jump to navigation

Jika Dulu Begitu Indah, Mengapa Sekarang Begitu Parah? March 11, 2009

Posted by Kathereign Gray in Articles.
trackback

Buat rekan-rekan Smalane dan guru-guru sekalian,

saya berharap ini bukan ejekan.

Ini bukan masalah, inilah cermin diri kita.

Buat teman-temanku yang menganggap aku sebagai masalah,

ini bukan pembunuhan karakter sekolah.

Inilah realita.

Siang ini, saya dan teman-teman sekelas sedang mengikuti pelajaran biologi. Kebetulan, periode kedua ini adalah jam setelah istirahat siang, sekitar pukul 12.30. Perut sudah diisi (saya puasa) dan kepala sudah siap menempel ke tembok. Saat sang guru (kebetulan wali kelas kami) mulai menerangkan kembali, saya melihat antusiasme teman-teman mulai menurun.

Pelajaran yang saya kira akan membosankan ini mendadak berubah. Ada seorang teman yang terlambat masuk kelas dan gagal membuka pintu. Usut punya usut, handle pintu rusak dari dalam. Terpaksalah saya, yang duduk paling dekat pintu, mengirim pesan S.O.S. Petugas sekolah segera menjebol kaca jendela, berikut teralisnya, dan membetulkan handle bangsat itu dari dalam.

Jika dipikirkan kembali, setelah tidur siang yang cukup dan lain-lain, kejadian ini sungguh merupakan arang hitam di wajah sekolah kami yang notabene sudah memperoleh sertifikasi ISO. Sertifikasi ISO yang diakui secara internasional seharusnya diikuti dengan pengembangan fasilitas lokal yang memadai. Maksud saya, fasilitas sekolah perlu diperbaiki. Tentu akan memalukan sekali – baik bagi siswa, guru, dan jajaran direksi sekolah – jika insiden ini terjadi saat ada kunjungan dari luar kota. Inikah profil sekolah ber-ISO, yang juga disebut-sebut sebagai salah satu institusi terbaik di Kota Pahlawan?

Menurut saya, sekolah yang layak menerima sertifikasi ISO haruslah memenuhi segala persyaratan fisik yang layak. Mungkin saja saat dilakukan pengecekan beberapa saat lalu, handle pintu-pintu tampak normal. Namun, di balik kenormalan selalu ada iregularitas dan sebangsanya, bukan? (ini adalah prinsip dasar alam semesta) Maka, dengan ini saya mengajukan usul kepada segenap jajaran direksi dan guru untuk meninjau ulang keadaan kelas-kelas di SMA Negeri 5 tercinta. Tak lupa bagi rekan-rekan sesama siswa, kami berharap kita semua dapat menjaga aset sekolah. Mohon untuk tidak merusak alat-alat dan prasarana lain, sehingga proses KBM kita dapat berjalan lancar.

Bayangkan jika lingkungan sekolah terawat, fasilitas memadai, dan sumber dayanya cemerlang. Sungguh SMA Negeri teladan yang brilian!

Advertisement

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.