SMAN 5 Surabaya Punya Facebook Fan Page : Kemajuan atau Sekedar Tren? February 9, 2009
Posted by Kathereign Gray in Articles.trackback
*Catatan penulis :
Mungkin ini adalah posting pertama (dan satu-satunya) dalam blog ini : monyettnyonyet.wordpress.com yang menggunakan Bahasa Indonesia. Ide pembuatan artikel ini melintas begitu saja saat saya sedang asyik-asyiknya chatting menggunakan Facebook. Terjemahan artikel ini ke dalam Bahasa Inggris akan saya publikasikan dalam waktu dekat.
“Setelah sekian lama saya menjadi siswa di institusi ini
Setelah berbulan-bulan fan page institusi saya terpendam dalam gunungan fan pages..
Saya baru menyadari bahwa saya adalah fan dari SMA Negeri 5 Surabaya.”
Well, wabah facebook memang sudah menjalar kemana-mana. facebook memudahkan kita untuk berinteraksi dengan orang-orang baru maupun kenalan lama yang terpisah kota, waktu, dan benua. facebook, yang awalnya akun eksklusif untuk mahasiswa sekolah-sekolah di dunia Barat, kini telah merambah kehidupan khalayak. Anak SD hingga kelompok berdasi di usia kepala empat mereka kebanyakan memiliki akun facebook. Inilah yang dalam bahasa saya disebut ‘wabah Facebook’.
Ternyata, ‘wabah Facebook’ ini juga sudah menjalari berbagai institusi pendidikan seperti ITB dan, tentunya, SMA Negeri 5 Surabaya. Saya yakin masih banyak sekolah lain yang memiliki Facebook Fan Page (FFP). Yang menjadi topik saya kali ini adalah efektivitas FFP bagi sekolah-sekolah. Seperti yang banyak terjadi, orang membuat akun di suatu situs jaringan sosial (social network) dan berujung pada kebingungan lantaran tidak tahu harus berbuat apa untuk mengembangkan akunnya. Membuat Facebook Fan Page adalah suatu langkah yang bagus bagi SMAN 5 Surabaya untuk memajukan IT-nya dan memperkenalkan diri kepada masyarakat luas. Namun, kadangkala manajemen situs seperti ini sangat mengkhawatirkan.
Menurut saya, social networking memiliki satu kelemahan, yaitu banyaknya orang luar yang menyalahgunakan fungsinya. Intensi pembuat situs sendiri adalah baik, namun disalahartikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Akankah FFP SMA Negeri 5 Surabaya berakhir seperti ini? Semoga saja tidak!
Saya sungguh berharap bahwa FFP sekolah ini tidak hanya jawaban dari tren yang berkembang diantara murid-muridnya, tetapi juga suatu langkah awal menuju gerbang cahaya : kemajuan IT dan juga seluruh almamater.
Comments»
No comments yet — be the first.